Suatu hari saat sedang bersms ria dengan kolega seorang dokter kedatangan pasien laki laki yang ditemani oleh keluarganya. Pasien tersebut berusia sekitar 70 tahunan, berpakaian ala kadarnya dengan kain sarung layaknya seorang warga desa biasa. Pasien tersebut masih bisa berjalan sendiri samping mengusap perutnya.
Sang dokter dengan ramahnya mempersilahkan pasien tersebut beserta keluarganya masuk ke ruang praktiknya. Setelah melakukan tanya jawab dan pemeriksaan fisik sang dokter berkesimpulan bahwa mbah tersebut menderita sejenis tumor di perutnya.
Namun belum lagi dokter menerangkan apa yang ditemukannya, keluarga pasien tersebut yang terdiri dari 2 orang lelaki yang masih muda yang ternyata anak anak sang pasien mendekati sang dokter.
“Begini pak dokter, sebelumnya kami minta maaf. Mbah ini sudah kami bawa ke orang pintar di kampung, menurut orang pintar itu mbah ini mendapat penyakit kiriman. Untuk itu dia menyarankan agar minta disuntik obat kuat oleh dokter untuk penambah tenaga biar selebihnya orang pintar itu yang ngurusin. Jadi itu tujuan kami kesini” .
Wajah sang dokter yang tadinya sumringah seketika mengernyitkan jidat. “jadi ente menganggap ane tukang suntik?” gerutu sang dokter dalam hati. Walah kuliah bertahun tahun hanya untuk menjadi suruhan dukun kibul.
Sebagai dokter yang berpengalaman (menangani penyakit kiriman) ini, dia mulai menjelaskan apa sebenarnya yang dialami pasien tersebut bukanlah penyakit kiriman tetapi penyakit yang lumrah terjadi pada manusia, siapapun dapat menderita penyakit ini. Namun ternyata keluarga pasien tetap ngotot dengan pendapat sang dukun.
“Pak dokter, benjolan di perut mbah ini baru sebulan ini timbulnya, sebelumnya tidak ada dan cepat sekali membesarnya, kalau penyakit biasa khan tidak seperti itu?”
“ Ini memang bukan penyakit biasa seperti flu musiman, mbah ini menderita tumor perut, Jenis tumor itu bermacam macam. Ada yang cepat membesar ada juga yang lambat. Untuk itu perlu segera dioperasi untuk membuang tumornya”
“Tapi menurut pak dukun tidak boleh dioperasi karena akan membuat marah dedemit yang ada di badan mbah, jadi harus dengan cara ghaib”
Kok jadi alot tenan, untung praktik sang dokter sedang sepi.
“Begini mas, silahkan anda tidak mempercayai pendapat saya, tapi coba mas berpikir kenapa sang dukun tidak sanggup mengeluarkan barang yang katanya kiriman orang lain dari perut mbah ini, dan minta disuntik oleh saya?. Coba mas tanya dengan si dukun sakti mandraguna, siapa nama orang yang mengirim penyakit ini. Ingat nama orangnya buka ciri orangnya?”
“Apa yang sudah dilakukan dukun itu adalah menebar fitnah, lagian apa yang menjadi alasan orang untuk mengirim mbah ini penyakit ghaib?, Apakah mbah ini artis?, bintang film?, masih muda dan ganteng?, pernah mengecewakan hati perawan desa?, atau si mbah adalah calon presiden?, kecuali kalau mbah ini preman kampung yang suka menyakiti penduduk kampung!, Mas mau dikatakan bahwa orang tua mas punya kelakuan jelek di kampung dan suka membuat onar?”
“Belum lagi kalau kita bicara agama, apa yang sudah mas lakukan itu adalah perbuatan syirik. Mempercayai omongan dukun hukumnya syirik. Pelakunya disebut musyrik. Lah kalau umur si mbah panjang masih sempat minta ampun, tapi jika Allah berkehendak sebaliknya apa mas tidak kasihan melihat orang tua wafat dalam keadaan syrik kepada Allah?. Mbok ya kalau berikhtiar itu harus sesuai dengan syari’at agama agar Allah memudahkan jalan mencapai kesembuhan”.
Mendengar petuah dari dokter sang anak hanya diam dan manggut manggut. Entah mengerti atau tidak yang jelas sang dokter sudah menjelaskan dengan berbagai dalil baik dalil ilmu kedokteran wal agama.
“Maaf pak dokter kami ini orang desa jadi kurang faham masalah ilmu medis dan syariat agama (walah, apa bedanya orang desa dan orang kota dalam memahami agama, jadi selama ini apa tanggung jawab dan kerja pemerintah dalam memberi pemahaman agama kepada rakyat?, wajar kalau saban hari mendapat musibah gempa!) Jadi menurut pak dokter apa sebaiknya yang kami lakukan?”
“Baiklah, mbah ini kita rujuk ke rumah sakit, biar disana nanti diperiksa lebih mendalam lagi. Dan jangan lupa meminta penjelasan dari dokter bedahnya agar bapak mendapat pemahaman yang lebih baik tentang penyakit mbah ini sehingga tidak lagi berpikir ada orang yang mengirimi penyakit. Saya juga mendoakan semoga mbah lekas sembuh”
Setelah diberi surat pengantar rujukan mereka permisi kemudian keluar dari ruang praktik diiringi sang dokter sampai ke muka pintu. Setelah ber goodbye ria sang dokter balik lagi duduk di kursinya sambil mesem mesem. “walah mbah, nggak dikirim penyakit juga bakal roboh sendiri” (off the record!!!)
Kejadian seperti ini bukanlah pertama kali dialami sang dokter, selama pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan agama masih minim hal serupa akan selalu terjadi.
Tukang kibul berkedok dukun, orang pintar atau apapun namanya berbau mistik tahu keadaan ini dan memanfaatkan kebodohan masyarakat dan kecuekan pemerintah untuk melaksanakan aksi penipuannya.
Definisi Penyakit Kiriman
Saya sudah banyak membaca buku, jurnal dan artikel kedokteran baik ilmu kedokteran dasar maupun ilmu kedokteran klinis belum ada yang membahas istilah penyakit kiriman. Pernah suatu kali membaca dalam satu artikel di salah satu majalah kedokteran yang membahas tentang ilmu parapsikologi yang mencari hubungan antara ilmu fisika (perpindahan partikel, massa, hukum kekekalan energi) dengan fenomena ghaib dan kebatinan yang berkembang di masyarakat. Namun sampai sekarang belum jelas lagi sampai dimana penelitian mereka. Dan yang pasti ilmu tersebut tidak atau belum diakui sebagai bagian dari cabang ilmu kedokteran.
Apa yang berkembang dimasyarakat sebagian besar sebenarnya adalah berupa penyakit psikosis, psikosomatik, somatoform, neurosis, dan kepribadian hipokondrik yang memang tidak akan mungkin dapat didiagnosis dengan alat canggih sekalipun meskipun penderita merasakan berbagai gejala dan keluhan karena yang sakit adalah jiwanya. Setelah sekian lama menderita gangguan jiwa seperti ini barulah mempunyai pengaruh ke badan dan organ seperti jantung dan sebagainya.
Agama dan Penyakit Kiriman
Agama kita (Islam) memang tidak menyangkal adanya pengaruh makhluk ghaib berupa jin yang mampu mempengaruhi badan kita sehingga menyebabkan penyakit. Keyakinan kita juga tidak menyangkal adanya bermacam-macam dan jenis praktik tukang santet, tukang teluh, tukang ramal, ahli nujum, ahli guna guna, gendam dan sebagainya yang memanfaatkan jasa jin sebagai partner kerja mereka.
Yang menjadi masalah adalah jika kita memanfaatkan jasa mereka dan mempercayai perkataan mereka. Ini dilarang tegas dalam Agama.
Saya kira tidak perlu ditulis lagi hadist atau ayat Alquran mengenai hukum masalah tersebut. Antum semua dapat mencarinya dari referensi lain.
Sebab Datangnya Penyakit Kiriman
1. Mempunyai tetangga jorok
Bayangkan jika kita mempunyai tetangga yang tidak peduli dengan tetangga lainnya. Membuang sampah sembarangan, tidak pernah memperhatikan adanya air yang tergenang. Pokoknya dia mau hidup seenae dewe. Jangan heran laler dan nyamuk yang doyan hidup di rumah mereka ikut bertamu kerumah kita. Tetangga seperti ini hanya akan menebar dan mengirim penyakit kepada orang lain. Meskipun di rumah kita sudah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tapi tetap saja masih terkena penyakit mencret, demam berdarah, TBC dan lain sebagainya.
Untuk kasus seperti ini tetap berlaku amar makruf nahi munkar bil ihsan yaitu menasehati mereka untuk merubah perilaku hidup mereka.
2. Tinggal dekat lingkungan pabrik dan peternakan
Mau tidak mau kita ikut kena getahnya. Baik limbah organik maupun yang non organik. Asap pabrik, limbah kimia, kotoran sapi, babi dan tahi ayam yang kesemuanya bisa mengirim penyakit kepada orang yang tidak mendapat sepeserpun dari usaha bisnis pemilik pabrik dan peternakan itu.
Untuk itu diperlukan kontrol pemerintah dan masyarakat agar izin pendirian pabrik dan peternakan harus sesuai dengan syarat yang berlaku. Kalau tidak, siap siap saja dikirimi penyakit mulai dari gatal, mencret sampai kanker dan flu babi.
3. Sinetron dan media informasi
Sinetron yang ada sekarang telah menulari anak, remaja tanpa terkecuali orang tua dengan penyakit moral yang dahsyat. Wajar jika kelakuan anak anak sekarang bahkan kakek kakek yang hampir alamarahum menjadi bejat. Saban hari disuguhi sinetron, film dan hiburan yang mengumbar aurat.
Bahkan dari jam 6 pagi sudah ada stasiun TV yang menayangkan acara bergoyang ria dengan anak anak ABG sebagai penontonnya. Apa mereka tidak lagi sekolah hanya untuk melihat pantat artis?.
Belum lagi ada acara karauke khusus ibu ibu yang mengelukan artis pria sang MC sehingga berebut mencium dan memeluk sang artis. Apa suaminya tidak cemburu?,. Ini sudah menjadi penyakit yang sangat berbahaya dan kronik. Orang menganggap hijab tidak lebih sekedar kain penutup badan itupun sekedarnya.
Yang dikirim oleh stasiun televisi itu adalah penyakit hati!!!. Meskipun setiap subuh disuguhi acara ceramah yang hanya kamuflase tanpa mempunyai efek sedikitpun terhadap perbaikan akhlaq.
Apalagi sekarang internet sudah masuk desa?, spam dan gambar porno akan ikhlas dikirim oleh negara yang menghendaki moral bangsa ini tambah hangus.
4. Dimusuhi teroris atau negara sedang dalam keadaan perang
Masih ingat senjata virus biologi Anthrax yang bisa dimasukkan ke dalam amplop surat dan langsung muncrat jika amplop tersebut dibuka sehingga menyebabkan sakit bagi penerimanya?. Ini juga termasuk penyakit kiriman via kantor Pos.
Kalau negara sedang perang ya saban hari kita dikirimi rudal, tidak sempat sakit langsung goodbye.
5. Dibenci oleh orang yang berkawan dengan setan
Nah yang ini memang sulit untuk menentukan siapa dan mengapa melakukan perbuatan syirik dengan mengirimkan jin upahan agar orang yang dibencinya menjadi sakit. Kita tidak perlu mendatangi dukun atau tukang kibul lainnya dan tidak perlu mengetahui siapa pelakunya.
Cukup bagi kita menjadikan Allah sebagai pelindung dan penyembuh segala penyakit. Melakukan semua syariat yang diwajibkan agama, tawakkal dan bersyukur atas semua yang diberikanNya kepada kita. Menjadikan Alquran sebagai bacaan utama. Lama lama jin kampret ini akan bosan sendiri. itulah penangkal yang ampuh mencegah penyakit kiriman alam ghaib seperti ini
Ibarat seorang gadis ABG, jin juga minta perhatian. Jika kita terlalu takut dengannya maka ulahnya akan semakin menjadi jadi biar fikiran kita terkuras memikirkan perbuatannya sehingga melupakan Allah.
Jadi cuekin saja! Gitu saja kok repot.
Bagaimana dengan ruqyah, apakah diperbolehkan?. Tentu saja. Tapi ente harus teliti dahulu apakah benar ruqyah yang dilakukan tersebut benar sesuai syariat. Ada juga yang mengaku bisa melakukan ruqyah tapi jauh dari amalan sunnah, wong tukang ruqyahnya sendiri jarang sholat. Dan ente juga harus memperbaiki amalan sehari hari sesuai petunjuk Alquran dan sunnah baginda Rasulullah agar mendapat ridhoNya. Karena orang yang telah diridhoi Allah akan dijaga langsung oleh Allah dari semua kejahatan makhluqNya.
A’uzubikalimatillahi tammati minsyarri ma kholaq
Berita Lainnya:
Akibat Ritual Ilmu Hitam 50 Jarum Jahit Ada di Tubuh Bocah Dua Tahun
Keyword:
Keyword:
Ritual Ilmu Hitam, macabre, Penyakit Aneh kiriman tukang santet, tukang teluh, tukang ramal, ahli nujum, ahli guna guna, gendam, Pengobatan ruqyah, hadist, dalil, Alquran, hukum, dukun, ilmu, kedokteran, parapsikologi, medis, kebatinan, penangkal, ghaib, kejadian Aneh, jin kiriman













