Bebaskan Indonesia Dari Jeratan Narkoba

Media berbagi informasi, berita, ilmu, artikel, info sehat, tips dan trik komputer, teknik SEO, renungan, lifestyle, humor dan galeri

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel Bebas STANDAR PROFESI PEREKAM MEDIS

STANDAR PROFESI PEREKAM MEDIS

E-mail Print PDF

STANDAR PROFESI PEREKAM MEDIS

PENDAHULUAN

Munculnya transformasi paradigma rekam medis dari tradisional menjadi manajemen informasi kesehatan pada pertengahan tahun 1990-an merupakan reformasi baru di bidang informasi kesehatan yang dipicu oleh modernisasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pengelolaan rekam medis dengan format rekaman pada kertas (paper-based record) menjadi rekam kesehatan yang berazaskan pada butiran informasi berbasis komputer (computer-based environment) yaitu rekam medis yang berbasis pada informasi dengan menerapkan teknologi informasi kesehatan. Perekam Medis yang profesional wajib memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan standar kompetensi dan kode etik profesi.

Kompetensi Perekam Medis

  1. Menentukan nomor kode diagnosis pasien sesuai petunjuk dan peraturan pada pedoman buku ICD yang berlaku (ICD-10 Volume 2).
  2. Mengumpulkan kode diagnosis pasien untuk memenuhi sistim pengelolaan, penyimpanan, dan pelaporan untuk kebutuhan analisis sebab tunggal penyakit yang dikembangkan.
  3. Mengklasifikasikan data kode diagnosis yang akurat bagi kepentingan informasi morbiditas dan sistem pelaporanmorbiditas yang diharuskan.
  4. Menyajikan informasi morbiditas dengan akurat dan tepat waktu bagi kepentingan monitoring KLB epidemiologi dan lainnya.
  5. Mengelola indeks penyakit dan tindakan guna kepentingan laporan medis dan statistik serta permintaan informasi pasien secara cepat dan terperinci.
  6. Menjamin validitas data untuk registrasi  penyakit, mengembangkan  dan mengimplementasikan petunjuk  standar koding dan pendokumentasian.


Aspek Hukum Dan Etika Profesi

Deskripsi Kompetensi:

Perekam Medis mampu melakukan tugas dalam memberikan pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan yang bermutu tinggi dengan memperhatikan perundangan dan etika profesi yang berlaku.

Manajemen Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan

Deskripsi Kompetensi:

Perekam Medis mampu mengelola rekam medis dan informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan medis, administrasi dan kebutuhan informasi kesehatan sebagai bahan pengambilan keputusan di bidang kesehatan.

Menjaga Mutu Rekam Medis

Deskripsi Kompetensi:

Perekam Medis mampu merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan menilai mutu rekam medis.

Statistik Kesehatan

Deskripsi Kompetensi:

Perekam Medis mampu menggunakan statistik kesehatan untuk menghasilkan informasi dan perkiraan (forcasting) yang bermutu sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan di bidang pelayanan kesehatan.

Manajemen Unit Kerja Manajemen Informasi Kesehatan/ Rekam Medis

Deskripsi Kompetensi: Perekam Medis mampu mengelola unit kerja yang berhubungan dengan perencanaan, pengorganisasian, penataan dan pengontrolan unit kerja manajemen informasi kesehatan (MIK) / rekam medis (RM) di instalansi pelayanan kesehatan.

Kemitraan Profesi

Deskripsi Kompetensi : Perekam Medis mampu berkolaborasi inter dan intra profesi yang terkait dalam pelayanan kesehatan
Melaksanakan komunikasi efektif dengan semua tingkatan, Mengikuti berbagai kegiatan sosialisasi antar profesi kesehatan, non kesehatan dan antar organisasi yang berkaitan dengan profesi, Memberikan informasi database MIK dengan efisien dan efektif, Mengidentifikasi kebutuhan informasi bagi pelanggan baik internal & ekternal, Melaksanakan komunikasi dengan teknologi mutakhir (internet, e-mail, fax, dll), Melaksanakan negosiasi dan advokasi tentang pelayanan MIK/rekam medis, Memberikan konsultasi dalam pengelolaan informasi kesehatan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, Menjalin kerjasama dengan Bagian Sistem Informasi RS dalam pengembangan teknologi baru

KODE ETIK

Bahwa memajukan kesejahteraan umum adalah salah satu tujuan nasional yang ingin diwujudkan oleh bangsa Indonesia. Kesehatan merupakan salah satu wujud dari kesejahteraan nasional dan mempunyai andil yang besar dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas yang dapat mendukung kelangsungan kehidupan bangsa dan terwujudnya cita-cita nasional yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Rekam Medis dan Informasi Kesehatan merupakan aspek penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu pengembangan sistem dan penerapannya didukung oleh tenaga profesi yang berkualitas. Karena Rekam Medis dan Informasi Kesehatan menyangkut kepentingan kerahasiaan pribadi pasien dan rahasia jabatan, maka Perekam Medis merasa perlu untuk merumuskan pedoman sikap dan perilaku profesi, baik anggota Perhimpunan Profesional Perekam Medis Indonesia (PORMIKI) maupun Perekam Medis lainnya dalam mempertanggungjawabkan segala tindakan profesinya, baik kepada profesi, pasien maupun masyarakat luas.

Pedoman sikap dan perilaku Perekam Medis ini dirumuskan dalam rangka meningkatkan daya guna dan hasil gunapartisipasi kelompok Perekam Medis dalam pembangunan nasional khususnya pembangunan kesehatan. Maka berdasarkan pemikiran di atas, Kongres I PORMIKI menyepakati Kode Etik Perekam Medis sebagai berikut:


Kewajiban Umum

1. Di dalam melaksanakan tugas profesi, tiap Perekam Medis selalu bertindak demi kehormatan diri, profesi dan organisasi PORMIKI.
2. Perekam Medis selalu menjalankan tugas berdasarkan standar profesi tertinggi.
3. Perekam Medis lebih mengutamakan pelayanan daripada kepentingan pribadi dan selalu berusaha memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang bermutu.
4. Perekam Medis wajib menyimpan dan menjaga data rekam medis serta informasi yang terkandung di dalamnya sesuai dengan ketentuan prosedur manajemen, ketetapan pimpinan institusi dan peraturan perundangan yang berlaku.
5. Perekam Medis selalu menjunjung tinggi doktrin kerahasiaan dan hak atas informasi pasien yang terkait dengan identitas individu atau sosial.
6. Perekam Medis wajib melaksanakan tugas yang dipercaya pimpinan kepadanya dengan penuh tanggungjawab, teliti dan akurat.

Perbuatan/ tindakan yang bertentangan dengan kode etik :

1. Menerima ajakan kerjasama seseorang / orang untuk melakukan pekerjaan yang menyimpang dari standar profesi yang berlaku.
2. Menyebarluaskan informasi yang terkandung dalam rekam medis yang dapat merusak citra Perekam Medis.
3. Menerima imbalan jasa dalam bentuk apapun atas tindakan no.1 dan 2.

Peningkatan Pengetahuan Dan Kemampuan

Peningkatan pengetahuan dan kemampuan profesional, baik anggota maupun organisasi dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan profesi melalui penerapan ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan perkembangan di bidang Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.

Kewajiban Terhadap Profesi

1. Perekam Medis wajib mencegah terjadinya tindakan yang menyimpang dari Kode Etik Profesi.
2. Perekam Medis wajib meningkatkan mutu rekam medis dan informasi kesehatan.
3. Perekam Medis wajib berpartisipasi aktif dan berupaya mengembangkan serta meningkatkan citra profesi.
4. Perekam Medis wajib menghormati dan mentaati peraturan dan kebijakan organisasi profesi.

Kewajiban Terhadap Diri Sendiri

1. Perekam Medis wajib menjaga kesehatan dirinya agar dapat bekerja dengan baik.
2. Perekam Medis wajib meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan perkembangan IPTEK yang ada.


PENUTUP

Demikianlah Standar Profesi Perekam Medis Indonesia yang disusun oleh Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (DPP PORMIKI). Semoga standar ini bermanfaat bagi seluruh Profesi Perekam Medis di Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di bidang Manajemen Informasi Kesehatan.


Daftar Kepustakaan
1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
2. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
4. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
6. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom
7. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
8. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 749a/ Menkes/Per/XII/1989 tentang Rekam Medis (Medical Record);
9. Keputusan Menteri PAN No.135/Kep/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Perekam medis dan angka kreditnya
10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1457/MENKES/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota;
11. Keputusan Menteri Kesehatan nomor : 377/menkes/sk/III/2007 tentang standar profesi perekam medis dan informasi kesehatan
12. Health Information Management, Edna K Huffman, 1999
13. Kongres V PORMIKI, tahun 2006

Disarikan oleh : Netty T. Pakpahan, SH, MH

 

Artikel Lainnya:

Download Buku Manual Rekam Medis

 

Keyword:

Standar Profesi Perekam Medis Indonesia, Kompetensi Perekam Medis, Aspek Hukum Dan Etika Profesi, Manajemen Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan, Menjaga Mutu Rekam Medis, Statistik Kesehatan, Kemitraan Profesi, Kode Etik, Kewajiban, rekam medis, Deskripsi Kompetensi, hukum, peraturan, undang undang, kode etik, etika profesi, manajemen informasi kesehatan, teknologi informasi, Buku Manual Rekam Medis, sistem pelaporan kesehatan, registrasi penyakit, kode diagnosis, ICD-10, sistem monitoring KLB, download

 

Last Updated on Sunday, 13 December 2009 22:34  

TIPS

Jika Anda merasa kurang nyaman dengan ukuran huruf yang ada,

tekan huruf A yang ada di bagian atas situs ini, Sesuaikan dengan keinginan anda.

Bila Anda berkunjung ke halaman rumah ini melalui mesin pencari Google dan tidak mendapatkan artikel yang anda maksud

Silahkan memanfaatkan fasilitas pencarian untuk mencari artilkel, Berita yang Anda butuhkan.

Jika Anda membutuhkan update terbaru semua informasi yang disajikan marhendraputra.co.cc silahkan Berlangganan

Atau jika anda menyukai postingan di blog ini dan ingin membagikannya dengan teman anda,

Silahkan pilih social bookmark pilihan anda. Atau Anda dapat menggunakan Yahoo Buzz

Terima kasih atas kunjungan Anda Smile

STOP MIRAS

Korban mati akibat tawuran Pelajar dan Mahasiswa telah banyak berjatuhan

Mari kita deklarasikan Gerakan Anti Tawuran bagi Pelajar dan Mahasiswa seluruh Indonesia!!!

Pelajar dan Mahasiswa Yang Hobi TAWURAN = MONYET, MAU?

Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkhis

Ingin direct link download 3gp video mesum cewek lokal kudisan, film bokep tante ubanan,
birahi mahasiswi Drop Out, foto bugil gadis belekan dan video porno ABG SMP sontoloyo?
Ups! Sorry you come to the wrong place. Error 404 page not found.
Enakan ikut Pengajian Di Nuansa Islami, banyak kajian ilmu hikmah nya lho!

Free Website Hosting

Stop Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Artikel terbaru : Kumpulan Humor Gus Dur , Biografi Gus Dur , Kendal Goes Open Source

Buku Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century silahkan Download Full Version PDF nya disini!

Download Buku Putih Sri Mulyani Terkait Kasus Bank Century PDF



Share on facebook

Share on facebook

Who's Online?

We have 35 guests online

Statistic

Content View Hits : 117204

Dunia Indah Tanpa Narkoba

Komisi Pemberantasan Korupsi

CO.CC:Free Domain

Join My Community at MyBloglog!


Cari Artikel

NewsFlash

SINDROMA STEVENS JOHNSON

SINDROMA STEVENS JOHNSON (SSJ) adalah suatu variasi berat sekaligus fatal dari eritema multiforme. Merupakan sindroma yang mengenai kulit, selaput lendir di orifisium (muara/lubang) dan mata, dengan keadaan umum yang bervariasi dari yang ringan sampai berat.

Penyebab

Penyebab yang pasti belum diketahui. Salah satu penyebabnya adalah alergi obat, biasanya secara sistemik, diantaranya adalah beberapa jenis antibiotika, antipiretik/analgetik dan jamu. Selain itu dapat juga disebabkan oleh infeksi (yang disebabkan baik oleh bakteri, virus, jamur atau parasit), neoplasma, pasca vaksinasi, radiasi dan makanan.

Read more...

Shout Box

Latest Message: 1 week, 4 days ago

Only registered users are allowed to post